RSS
Aside
23 Dec

Banyak orang phobia terhadap nama nasakom, karena disana terdapat unsur komunis, tetapi kalau diselami lebih dalam, nasakom sebenarnya merupakan akar budaya bangsa,

coba ikut renungkan tulisan ini.

Sukarno adalah seorang idealis, filosofis, dan spiritualis.

Seorang Idealis artinya dia mempunyai idiologi yang jelas batasannya dan tegas pelaksanaannya.Seorang Filosofis, artinya dia bisa membaca situasi secara fisikal, maupun metafisk, mempunyai pandangan global, empat dememsi , maksudnya dia bisa membaca dengan mata telanjang apa adanya, dan bisa juga membaca apa yang terjadi dibalik pandangan kasat mata itu, sehingga bisa menentukan arah perjalanan bangsa.. Kemudian seorang spirituali, artinya dia bisa menemukan Tuhan didalam dirinya, atau dalam dunia islam trmasuk Hakikat (tasawuf).

sehingga dia tidak merasa takut dengan apapun, dengan siapapun, karena akar ideologinya berada di alam spirit. Nasakom adalah ideologi gabungan antara Nasionalisme, Agamisme, dan Komunisme, sama dengan mengabungkan Macan, Beruang dan Singa dalam satu kandang. Semasih pawangya kuat, ketiga binatang itu masih bisa duduk dan makan bersama, walaupun saling memperliatkan taring dan kukunya.

Sementara itu ada seorang bocah kecil yang sangat tertarik untuk menjadi seorang pawang. Ketika itu dia melihat sang pawang sedang sakit, diperkirakan sudah mati, timbul keinginan dari si bocah untuk menggantikan sang pawang. Sementara itu perseteruan Macan, Singa dan Beruang semakin sengit dalam kandang. kemudain si bocah mengambil ksempatan untuk memaksa si pawang agar meminjamkan kotak kunci untuk menenangkan keadaan kandang. Dan keluarlah SP-11 MARET untuk membuka kandang. Si Beruang mengamuk karena tidak cocok dengan pawang baru. Si bocah tak tinggal diam,dan membuka kotak kunci untuk mengambil kunci gudang senjata yang semestinya tidak boleh di gunakan. Si bocah tidak sekaliber si pawang yang dapat menjinakkan ketiga binatang buas itu, dia ambil senjata, bruang yang sedang mengamuk ditembak, akibatnya fatal. Beruang yang sudah koma dicabi-cabik oleh singa dan macan, terjadilah pembantaian seluruh komunitas beruang.

Singa dan macan yang sudah kenyang makan daging beruang, duduk manis, kesempatan itu digunakan oleh pawang kecil untuk ,menjual kebun, dan tersisa sedikit lahan untuk kandang dan didalam kandang sekarang terdapat dua binatang buas,. Didalam darah macan maupun darah singa sudah mengalir darah beruang, maka itu sesungguhnya didalam kandang masih ada beruangnya yang tidak nampak,. … Lihatlah ideologi komunis ada dalam agama, ada juga pada nasionalis tetapi partainya tidak ada. Untuk menjinakkan kedua binatang buas itu, pawang masuk kedalam kandang memakai baju kuning, makanya didalam kandang sekarang terdapat tiga penghuni, yaitu dua binatang buas dan satu pohon beringin. Karena lahan di kebun tlah begitu banyak terjual untuk mencukupi kebutuhan si macan dan singa, akhirnya macan dan singa pun mulai berpikir bahwa siklus kehidupannya tidak akan dapat berlangsung lama. Karena si pawang tidak mengerti dan tidak bisa mengolah kebun, hanya bisa menjual lahan sedikit demi sedikit untuk kebutuhan mereka, akhirnya merekapun mengaum ngaum tanpa henti hingga si pawang tidak lagi betah menjalani profesinya sebagai seorang pawang. Hingga akhirnya dia menunjuk kerabatnya untuk mewakili profesinya sebagai seorang pawang.

Setelah pawang kecil mati, pohon beringin dimakan oleh singa, macan mohon belas kasihan singa agar jangan dikeluarkan dari kandang, maka singa memberikan dia sebuah kursi supaya macan duduk manis. Tinggal tunggu waktu saja, macan akan menjadi bianatang liar hidup berkeliaran diluar kandang, dalam kebun yang sudh dimiliki orang asing. karena tidak lama lagi habitatnya sudah habis, mereka akan punah dimakan zaman.
Sama halnya dengan Panca Sila, Nasakom pun digali dari budaya bangsa, karena panca sila kalau diperas menjadi Nsakom, kalau Nasakom diperas menjadia “Bineka Tunggal Ika”

Mari kita lihat kenyataan yang ada dalam masyarakat kita. Setiap hari jumat, banyak anak2 muda berkumpul diluar mesjid, cuwek mendengarkan kotbah/doktrin agama, setelah waktu sembahyang barulah mereka masuk,. Di Bali juga demikian, anak2 muda ngerumpi diluar sementara para pemangku melakukan acara yadnya didalam, setelah acara mebakti barulah mereka msuk. Gejala apa ini,..? hal ini menunjukkan bahwa anak2 muda percaya adanya Tuhan, tetapi tidak percaya kepada doktrin2 agama. Mereka lebih suka mendengarkan kotbah2 moralitas seperti kotbahnya kiayi sejuta umat., dari pada mendengar kotbah2 ortodok membawakan ayat2 zman Jahilih, yag tidak releven dengan zaman sekarang. Mereka yang masuk partai komunis, bukan mereka itu atheis, mereka orang beragama, percaya kepada Tuhan, tetapi menginginkan kehidupan sosial yang lebih adil dan merata,. Misalnya tuan tanah mempunyai banyak sawah, petani yang mengarap sawahnya hanya mendapatkan sepertiga dari hasilnya, apakah itu adil ? ,. Keadilan itulah yang dperjuangkan oleh pki, kaum buruh yang bekerja berat gajinya hanya sedikit, majikan goyang kaki, kekayaannya makin menumpuk, itulah tatanan masyarakat yang tidak adil. Dari situlah munculnya slogan kelompok proletar, kelompok marhaen, kelompok tertindas, yang memperjuangkan keadilan sosial bagi sluruh rakyat indonesia.. Itulah komunis Indonesia, yaitu komunis yang beragama, tetapi memperjuangkan kehidupan sosia yang lebih adil.. Lihatlah para pertani yang berdemo menuntut hak atas tanahnya yang diambil konglomeret, lihatlah pedagang kecil yang lapaknya dibuang , karena mengangu kenyamanan para konglomeret naik mobil, itulah tatanan masyarakat yang tidak adil.

Di negara barat, negara2 yang sudah maju, bahkan dinegara komunis seperti Cina dan Rusia ideologi komunuis Telah mengalami perkembangan yang pesat, terutama cina dengan system sosialisnya yang sekarang terbukti tlah mampu menjadi Negara adikuasa dan mulai menggeser Amerika yang memang telah berotasi terlindas system kapitalisasinya sendiri. Tapi kini di masyarakat sudah berkembang dan mendarah daging ideologi kapitalis..

Kalau di Indonesia maysrakatnya sudah hidup layak. Tatanan msyarakat sudah adil, ideologi persamaan hak, persamaan keadilan dan kesejahteraan baik ekonomi maupun kesehatan telah terbagi rata tanpa adanya kelas-kelas social seperti sekarang ini, maka secara tidak sadar teori sosialis / komunis telah benar-benar di terapkan. Demikian pula agama, yang berkiblat kebelakang setelah anak mudanya bisa berpikir realistis dan logis, doktrin agama akan ditinggalkan, agama akan dilindas oleh roda sciences dan moderisasi. Dan berubah menjadi praktik dari agama itu sendiri, yang mana tingkah lakulah yang nanti menjadi patokan dalam kehidupan bersosial. Begitupun dengan Nasionalisme. Jika suatu Negara telah benar-benar menjamin kesejahteraan mereka dan telah menerapkan hukum tanpa tebang pilih, niscaya rakyat pun akan semakin mencintai negerinya (nasionalisme).

Negara2 maju sudah mengibarkan bendera globalisa, menentang keras proteksionis, apa artinya ini,..? Nasionalisme negara berkembang, apalagi negara miskin tidak ada artinya, karena hasil buminya dikelola oleh negara maju, kemudian dipasarkan kembali kepada penduduk pribumi dengan harga yang ditentukan mereka. Penduduk pribumi seperti mobil, cukup diberi bensin dan oli agar tetap bisa hidup, bisa bekerja menjalankan pabrik2 mereka.

Apakah kekuatan nasionalisme menentang golbalisasi,.? Bukan saja menentang, bahkan kita mengundang mereka datang, karena kita tidak mempunyai kemampun untuk berdiri.

Korea, Cina, Vitnam, dan India “bangkit”, setuju dengan globalisasi dan menentang proteksionisme karena mereka akan mendapat keuntungan.

Indonesia mendapat keuntungan berupa lapangan kerja, sama dengan mobil, diberi upah cukup untuk hidup, dan akan terus eperti itu sampai hasil bumi kita habis. Kita tidak mempunyai pilihan lain, kita seperti orang kampung yang kaya, mempunyai uang banyak dipercayakan kepada orang kota menyimpan uangnya di bank, orang kampung sudah senang, bisa hidup enak tanpa bekerja. Di Bali orang ngumpul kekayaan, sudah banyak uang buat yadnya, yang biayanya puluhan sampai ratusan juta. Orng Islam ngumpul uang, sudah banyak naik haji. Ada juga orang banyak uang tetapi tidak tahu untuk apa uangnya,, mereka masukkan di bank penipu, akhirnya uangnya habis percuma.

Saya sarankan kepada mereka yang banyak uang, marilah kita bermain, buat usaha sebagai suatu permainan, santai tetapi serius, buat suatu usaha apapun , jangan takut gagal, karena hidup ini adalah permainan, uang itu datang dan pergi. Pemikiran yang demikian akan menimbulkan ide-ide bisinis, kemudian akan berkembang menjadi bisinisman. Jangan anak2 didik menjadi kuli, mengharapkan gaji besar tetapi kerja ringan, yaitu PNS, atau rame-rame jadi TKI. Yang punya uang beli kapal-kapal penangkap ikan, sebab ikan kita banyak, tetapi diambil orang lain. Hasil hutan diambil negara tetangga, lalu kita menjadi kuli mereka. Mari kita buat pabrik pengolahan kayu di Kaimatan, kupulkan uang2 yng tercecer itu. Mari kita bangkit agar kita tidak menjadi mangsa globalisasi, tetapi kita ikut menjadi pemangsa .

Bagi kaum pegawai, cobalah untuk lebih kreatif dengan member kerabat atau teman dekat sebuah badan usaha kecil-kecilan yang nantinya dapat sedikit banyak membantu orang-orang di lingkup sekitar untuk bekerja dan berkreasi.

Bagi kaum seniman ataupun pekerja. Berusahalah untuk menciptakan inovasi dengan mengembangkan pengalaman yang anda peroleh dari pekerjaan anda saat ini untuk berusaha mendirikan lapangan usaha sendiri. Karena dengan bersatu antar teman / karyawan lain, semua akan begitu ringan dan cepat berkembang.

Bagi kaum petani, cobalah untuk mengembangkan cara-cara pertanian yang modern. Dengan mengadakan kelompok-kelompok tani yang di dukung teknologi informasi / telejustify yang sekarang sudah mulai de gerakkan di berbagai wilayah, namun jarang sekali mendapat perhatian dari para petani yang seringkali enggan berhadapan dengan teknologi.

Dan ingatlah bahwa semua kegiatan dan pekerjaan itu harus di dasari dengan tekad dansemangat yang kuat dan dengan satu dasar kebersamaan dan kejujuran. Karena jika salah satu mencoba untuk ingin mendapatkan lebih, … maka di situlah letak kehancuran kelompok tersebut. Karena itu adalah budaya kapitalis yang memang selama ini menghinggapi hamper seluruh rakyak di bumi pertiwi ini yang harus segera kita rubah dan kita tunjukkan arah yang semestinya.

Berhenti berpolemik tentang ayat2 masa lalu, mari kita berpolemik tentang ayat2 masa depan.

Mari bersatu, … dan kita galang kebersamaan ..

Dari berbagai sumber

Ideologi NASAKOM

 
Leave a comment

Posted by on December 23, 2011 in Ideologi Bangsa

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: